Kamis, 20 Desember 2012

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TES


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap menyelesaikan suatu pembelajaran biasanya guru akan mengevaluasi kemampuan para peserta didiknya dengan berbagai macam tes. Diantara tes yang digunakan adala tes objektif dan tes uraian yang masing-masingnya memiliki kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan. Didalam makalah ini penulis akan mencoba membahas tentang pengertian, kelebihan dan kelemahan dari tes objektif dan tes uraian.

1.2  Tujuan
Adapun tujuan penulis membuat makalah ini:
1.      Sebagai acuan dalam proses belajar mengajar.
2.      Untuk memenuhi pembuatan tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran.
3.      Sebagai penambahan wawasan bagi penulis dan pembaca.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Tes Objektif
Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai atau uraian.
Dalam penggunaan tes objektif ini jumlah soal yang diajukan jauh lebih banyak dari pada tes uraian. Kadang-kadang untuk tes yang berlangsung selama 60 menit dapat diberikan 30-40 buah soal.
Tes objektif memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, keunggulan-keunggulannya adalah sebagai berikut:
a.       Dapat digunakan untuk menilai bahan pelajaran yang banyak atau scope yang luas. Pelajaran yang diberikan selama satu tahun atau dua tahun dapat dites sekaligus.
b.      Bagi yang dites, menjawabnya dapat bebas dan terpimpin (karena adanya jawaban yang tersedia).
c.       Memaksa siswa untuk belajar baik-baik karena sukar untuk berbuat spekulasi terhadap bagian mana dari seluruh pelajaran yang harus dipelajari.
d.      Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.
e.       Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain.

Sedangkan kelemahan-kelemahan dari tes objektif yaitu:
a.       Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes uraian karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain.
b.      Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja dan sukar mengukur proses mental yang tinggi.
c.       Banyak kesempatan untuk main untung-untungan.
d.      “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka.
e.       Kurang ekonomis karena memakan biaya dan kertas yang banyak jika dibandingkan dengan pembuatan essay test.
f.       Kurang memberi kesempatan untuk menyatakan isi hati atau kecakapan yang sesunguhnya.

2.2 Tes Uraian
Tes bentuk uraian atau esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan kata-kata seperti; uraiakan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan dan sebagainya.
Soal-soal bentuk uraian biasanya jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar 5-10 buah soal dalam waktu kira-kira 90 hingga 120 menit. Soal-soal bentuk uraian ini menuntut kemampuan siswa untuk dapat menghubungkan pengertian-pengertian yang telah dimiliki. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa tes uraian menuntut  kemampuan siswa untuk dapat mengingat-ingat dan mengenal kembali dan terutama harus mempunyai daya kreativitas yang tinggi.
Seperti tes objektif, tes uraian ini juga memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, keunggulan-keunggulannya adalah:
a.       Bagi guru, menyusun tes tersebut sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
b.      Si penjawab mempunyai kebebasan dalam menjawab dan mengeluarkan isi hati atau buah pikirannya.
c.       Melatih mengeluarkan buah pikiran dalam bentuk kalimat atau bahasa yang teratur (melatih kreasi dan fantasi).
d.      Lebih ekonomis, hemat karena tidak memerlukan kertas yang terlalu banyak untuk membuat soal tes, dapat didiktekan atau ditulis di papan tulis.
e.       Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami suatu masalah yang diteskan.
f.       Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan.

Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah:
a.       Pemeriksaanya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual lebih banyak dari penilai.
b.      Waktu untuk mengoreksinya lama dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain.
c.       Baik-buruk tulisannya dan panjang-pendeknya jawaban yang tidak sama mudah menimbulkan evaluasi dan penskoran (scoring) yang tidak atau kurang objektif.
d.      Karakteristik pembuatan tes uraian yang berbeda-beda bagi setiap guru dapat menimbulkan salah pengertian bagi si penjawab.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Hal ini memang dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk esai atau uraian. Sedangkan tes bentuk uraian atau esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri pertanyaannya didahului dengan kata-kata seperti; uraiakan, jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan dan sebagainya.

3.2  Saran
Didalam penulisan makalah ini, kami menyadari belum sempurna dan lengkap menjelaskan tentang Keunggulan dan Kelemahan Tes, untuk itu diharapkan kepada setiap orang yang membaca makalah ini untuk mencari dari sumber-sumber/ media yang lain.


DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi Arikunto. 2009.  Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta
Ngalim Purwanto.1992. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Mengajar. PT Remaja Rosda Karya: Bandung



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar